Faktor penyebab perceraian antara lain adalah sebagai berikut:

  • Ketidakharmonisan dalam rumah tangga

Alasan tersebut di atas adalah alasan yang paling kerap dikemukakan oleh pasangan suami – istri yang akan bercerai. Ketidakharmonisan bisa disebabkan oleh berbagai hal antara lain, krisis keuangan, krisis akhlak, dan adanya orang ketiga. Dengan kata lain, istilah keharmonisan adalah terlalu umum sehingga memerlukan perincian yang lebih mendetail.

  • Krisis moral dan akhlak

Selain ketidakharmonisan dalam rumah tangga, perceraian juga sering memperoleh landasan berupa krisis moral dan akhlak, yang dapat dilalaikannya tanggung jawab baik oleh suami ataupun istri, poligami yang tidak sehat, penganiayaan, pelecehan dan keburukan perilaku lainnya yang dilakukan baik oleh suami ataupun istri, misal mabuk, berzinah, terlibat tindak kriminal, bahkan utang piutang.

  • Perzinaan

Di samping itu, masalah lain yang dapat mengakibatkan terjadinya perceraian adalah perzinaan, yaitu hubungan seksual di luar nikah yang dilakukan baik oleh suami maupun istri.

  • Pernikahan tanpa cinta

Alasan lainnya yang kerap dikemukakan oleh suami dan istri, untuk mengakhiri sebuah perkawinan adalah bahwa perkawinan mereka telah berlangsung tanpa dilandasi adanya cinta. Untuk mengatasi kesulitan akibat sebuah pernikahan tanpa cinta, pasangan harus merefleksi diri untuk memahami masalah sebenarnya, juga harus berupaya untuk mencoba menciptakan kerjasama dalam menghasilkan keputusan yang terbaik.

  • Adanya masalah-masalah dalam perkawinan

Dalam sebuah perkawinan pasti tidak akan lepas dari yang namanya masalah. Masalah dalam perkawinan itu merupakan suatu hal yang biasa, tapi percekcokan yang berlarut-larut dan tidak dapat didamaikan lagi secara otomatis akan disusul dengan pisah ranjang seperti adanya perselingkuhan antara suami istri. Langkah pertama dalam menanggulangi sebuah masalah perkawinan adalah :

  1. Adanya keterbukaan antara suami–istri
  2. Berusaha untuk menghargai pasangan
  3. Jika dalam keluarga ada masalah, sebaiknya diselesaikan secara baik-baik
  4. Saling menyayangi antara pasangan
Categories: informasi-perceraian

Related Posts

informasi-perceraian

Berkas-Berkas Yang Dipersiapkan Untuk Pengadilan Dalam Proses Cerai

Berkas-berkas atau surat-surat yang wajib dipersiapkan dalam proses berperkara cerai di pengadilan adalah: Akta Perkawinan/Buku Nikah (asli); Akta Lahir anak-anak; Kartu Tanda Penduduk (KTP); Kartu Keluarga (KK); dan Surat gugatan cerai-nya.  Jasa Pengacara : Wulandari Read more…

informasi-perceraian

Istri atau Suami yang Ajukan Gugatan Cerai (di Pengadilan Agama), Mana Yang Lebih Cepat Proses Cerainnya ?

Gugatan cerai dapat diajukan/didaftarkan baik oleh si istri maupun si suami. Sebelumnya perlu diterangkan dahulu ada perbedaan definisi antara pengajuan gugatan cerai yg diajukan istri dengan yg diajukan suami. Jika istri yg mengajukan gugatan cerai dinamakan  “cerai Read more…

informasi-perceraian

Apa itu REPLIK ?

Replik adalah surat/berkas yang diajukan atau diserahkan oleh pihak Penggugat dalam hal menanggapi surat/berkas Jawaban dari pihak si Tergugat. Dalam pembuatan Replik ini, si Penggugat boleh mengutip dalil-dalil atau argumen-argumen dalam Jawaban Tergugat, untuk kemudian disanggah oleh si Penggugat. Jasa Read more…